Program Kerja

  1. Mengembangkan perpustakaan di tingkat masyarakat dengan berbagai aktivitas.
  2. Meningkatkan minat baca, tulis dan kreativitas komunitas masyarakat.
  3. Berjaringan dengan berbagai stakeholder dalam program pengembangan perpustakaan di Indonesia.
  4. Bersama Pustakawan dan berbagai organisasi dan lembaga kepustakaan Indonesia berupaya mendorong pertumbuhan berbagai aktivitas perpustakaan.

Bentuk Program

A. Pustaka Sekolah

Mengadakan, mendampingi dan memberdayakan Perpustakaan Sekolah sebagai komponen terpenting bagi masyarakat dalam peningkatan kecerdasan masyarakat melalui sektor formal

B. Bazaar Buku

Kegiatan bursa buku murah di berbagai perusahaan, lembaga atau ruang publik.

C. Sudut Baca

Memberikan bantuan pada masyarakat berupa sarana dan bahan bacaan untuk membuka sebuah tempat, khususnya di ruang publik yang berfungsi untuk sarana rekreasi berupa aktivitas membaca. Misalnya saja, YPPI bekerjasama dengan PT HM Sampoerna Tbk untuk membuka Sampoerna Corner di 7 Perguruan Tinggi di Indonesia.

D. Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

Hampir sama dengan Sudut Baca, namun ada keterlibatan yang lebih banyak dari petugas YPPI. TBM juga menjadi pusat kegiatan pembelajaran masyarakat secara berkelanjutan (Community Learning Center).

E. Stop Over (Mobil Perpustakaan Keliling)

Dengan mobil ini, berkat dukungan PT HM Sampoerna Tbk, YPPI melakukan pelayanan kepada seluruh elemen masyarakat sampai ke daerah terpencil, membawa ratusan hingga ribuan buku disertai peralatan multimedia. Dalam jalinan kerjasama dengan JOB Pertamina Hess, program ini diberi nama Mobil Pustaka Bersama. Pada kesempatan dan pendukung yang berbeda, diberi nama Mobil Layanan Informasi (MOLI), yang bekerjasama dengan Mobil Cepu Limited.

F. Pendampingan dan Pembelajaran

Suatu proses pencerdasan masyarakat melalui bahan bacaan dengan berbagai aktivitas pembelajaran. Kegiatan pembelajaran adalah upaya langsung kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kemampuannya sebagai bentuk dari aplikasi membaca. Misalnya praktek memasak, praktek ketrampilan, diskusi kesehatan, dan topik apa saja sesuai permintaan masyarakat. YPPI berusaha mendatangkan ahlinya.

G. Pelatihan

Berbagai pelatihan terkait dengan layanan dan manajemen perpustakaan di tingkat komunitas, pustakawan maupun kelompok lain yang berminat mengembangkan perpustakaan. Misalnya: Pelatihan Manajemen Perpustakaan; Jasa Pengelolaan Buku; Konsultasi dan Klinik Pustaka; atau Pelatihan Desain Ruang Perpustakaan.

H. Rumah Kreatif

Mengkreasikan sebuah rumah sedemikian rupa yang memiliki ruang-ruang atau sudut yang berfungsi sebagai perpustakaan, ruang kesehatan, arena bermain anak, tempat pelatihan dan sebagainya. Semula, program ini meliputi satu desa, dengan membebaiki infrastrukturnya, Puskesmas, Sekolah dll, sehingga kemudian diberi nama Bedah Desa.

Prinsip Kerja

  1. Pada dasarnya YPPI bukanlah sebuah lembaga sosial yang menyalurkan bantuan buku, tapi melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan perpustakaan dan perbukuan. YPPI tidak memberikan bantuan buku, melainkan hanya meminjamkan buku, sehingga dapat berfungsi maksimal dan masih dapat dimanfaatkan oleh pihak yang lain.
  2. Sebagai salah satu elemen yang ikut terlibat dalam penyusunan Undang-Undang Nomor 43/Tahun 2007 tentang Perpustakaan, YPPI yang sudah berdiri sebelum UU tersebut lahir, berusaha menjalankan amanah UU tersebut tanpa harus terikat secara formal sehingga membatasi kreativitas dalam menjalankan program.
  3. YPPI sangat terbuka untuk berdiskusi dengan pihak penyandang dana, untuk merancang program yang unik, kreatif dan inovatif, untuk kemudian diberi nama sesuai dengan kesepakatan bersama. Misalnya saja; program Bedah Desa (yang kemudian menjadi Rumah Kreatif) merupakan salah satu contoh hasil diskusi dengan Bank Indonesia. Sementara dengan pihak Sampoerna menghasilkan sudut baca dengan nama Sampoerna Corner. Bahwa program yang sama, bisa saja diberi nama yang berbeda lantaran beda pula penyandang dananya.
  4. Dalam menjalankan programnya YPPI sebisa mungkin melibatkan elemen-elemen masyarakat yang lain untuk mencapai tujuan bersama. YPPI tidak ingin tampil sebagai pahlawan atau satu-satunya pihak yang paling peduli pada masalah perbukuan dan perpustakaan.