Tiga fase

Mengambil bagian dari generasi Y, salah satu keuntungan yang dapat dirasakan adalah dapat merasakan dan mengamati tiga pengalaman berbeda dari perubahan jaman. Selama sekitar 24 tahun terakhir, dari berbagai aspek kehidupan, saya dapat memecahnya terhadap tiga garis waktu dan pengalaman yang berbeda. Misalnya teknologi. Saya masih merasakan jaman dimana komputer masih berbentuk tabung tebal yang khusus dipergunakan untuk aplikasi ‘kecil/ringan’ seperti mengetik atau presentasi.

Kemudian saat beranjak remaja, teknologi berkembang menjadi lebih simpel dan praktis dengan adanya handphone yang dapat melakukan berbagai hal. Walaupun memang masih terbatas pada musik, kamera, video (yang berkualitas buruk jika dibandingkan dengan kualitas teknologi jaman sekarang), kalkulator, game, browsing yang jauh lebih praktis dan lancar, serta mulai maraknya penggunaan sosial media. Dan hal-hal lainnya.

Tanpa disadari dengan sengaja, beberapa tahun ke belakang, perubahan teknologi dapat dikatakan sangat cepat dan pesat, jika menggunakan tolak ukur perkembangan teknologi saat saya kecil hingga remaja. Perubahan ini benar-benar signifikan dan terjadi dalam waktu yang benar-benar singkat. Padahal saat saya remaja, perkembangan teknologi dapat dikatakan cukup bertahap. Beberapa kali terlintas di kepala, kalau kawula muda yang lahir dan langsung merasakan fase ketiga ini dalam kesehariannya, tidak akan mengetahui bagaimana rasanya perbedaan tiga fase ini dan bagaimana teknologi benar-benar berkembang pesat dari sebelumnya, karena hidup yang mereka ketahui adalah apa yang ada sekarang ini. Sesuatu yang telah ada yang sebenarnya memiliki sejarahnya sendiri.

Tiga fase ke-bahasainggris-an dalam perkembangan jaman

Tiga fase ini saya rasakan tidak hanya di aspek teknologi, namun juga pada aspek lain kehidupan. Setidaknya di Indonesia. Termasuk dalam ke-bahasa inggris-an. Saya sendiri mendapatkan pelajaran bahasa inggris mulai dari sekitar kelas 2 atau 3 SD. Waktu itu adalah saat-saat permulaan dimulaiberlakukannya pelajaran bahasa inggris sebagai pelajaran wajib sedari dini. Namun, saat itu penggunaan bahasa inggris jelas tidak semasif sekarang. Tapi benar, bahasa inggris perlu difamiliarkan sedari dini karena hal itu benar-benar berharga.

Tahap kedua, saya merasakan lingkungan sekitar saya mulai lebih sering dan giat dalam membiasakan bahasa inggris dalam kehidupan. Tahap awal peleburan/tahap awal implementasi masif. Saya mulai membuat tugas, esai dan tulisan serta berbicara dalam bahasa inggris. Walaupun hal itu merupakan produk seorang pemula, kesalahan dimana-mana. Setelah bertahun-tahun familiar dengan bahasa inggris (termasuk struktur kata, pola soal, materi, dan gramatikal), ia tanpa sadar sudah merambat dalam saraf kehidupan dan pengetahuan kita. Tulisan-tulisan dalam bahasa inggris serta produk-produk berbahasa inggris dari luar negeri sudah mulai saya rasakan.

Tahap ketiga adalah sekarang, atau setidaknya beberapa tahun ke belakang dimulai saat saya kuliah. Apakah juga dipengaruhi oleh faktor telah saatnya di umur saya menghadapi tantangan yang lebih besar dalam karir, passion, hiburan dan keseharian dimana penggunaan bahasa inggris juga lebih masif lagi? Atau tidak? Yang jelas, penggunaan bahasa inggris tidak lagi terasa sebagai ‘bahasa yang hanya wajib dipelajari sebagai mata pelajaran sekolah saja namun selepas itu ia kurang digunakan.’

Bahasa inggris saat ini

Tidak. Bahasa inggris sekarang ini terasa sebagai bagian dari kehidupan generasi Y sehari-hari, yang mau atau tidak, melingkupi berbagai aspek kehidupan. Tuntutan kehidupan, bisa kita bilang. Hidup terkadang sekeras itu. Jika kita tidak mau berkembang atau berusaha menambah kapasitas dan kualitas diri, termasuk kemampuan bahasa inggris, kita bisa tertinggal. Bagaimana kamu tidak mau mengembangkan kemampuan bahasa inggrismu, kalau buku materi kuliah, presentasi dan video materi kuliahmu berbahasa inggris? Seminar dalam bahasa inggris. Membuat makalah dalam bahasa inggris. Itu merupakan contoh yang relatif masih lunaknya. Mungkin terdapat contoh lain yang jauh lebih ekstrim di kehidupan.

Pengembangan kemampuan bahasa inggris

Namun, jika kamu seperti saya, jika kamu berhasrat melihat dunia dan apa yang ada di atasnya secara lebih luas dalam hidupmu yang terbatas, merupakan sebuah understatement jika saya bilang kalau bahasa inggris adalah ‘keharusan’ atau setidaknya sangat penting dipelajari. Pengalaman bagaimana rasanya berbicara dengan orang lain dari benua jauh di sana, melihat budaya mereka, hidup bersama mereka, beasiswa ke luar negeri, travelling, social activity dengan lingkup lebih global, mendapatkan akses ke lebih banyak hal dan pengetahuan: hal-hal ini dapat kita permudah jalannya dengan memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik.

Mari kita lihat dari sudut pandang lain dalam konteks yang lebih positif. Sebagai permulaan, saya rasa kita perlu tidak menjadikan ‘mengembangkan kemampuan bahasa inggris’ sebagai sebuah beban. Kita perlu dan bisa menikmatinya.

Dan nyatanya, setelah kita mendapatkan efek dari dapat berbahasa inggris yang baik dalam kadar tertentu: setidaknya dapat mendengar orang Amerika (bukan British accent karena saya sendiri suka bingung sendiri menerjemahkan maksudnya) berbicara dan memahaminya, membaca dan mengerti postingan twitter, artikel, novel dan instagram dalam bahasa inggris, berbicara dengan teman dalam bahasa inggris informal dan dapat memahami secara umum bahasa inggris yang digunakan orang-orang dalam web, tulisan, serta informasi dapat menimbulkan sebuah efek aneh yang menyenangkan dalam diri (saya tidak tahu apa kamu juga merasakannya. Jika iya, mungkin kamu akan setuju karena pengalaman mengembangkan kemampuan bahasa inggris merupakan salah satu pengalaman terenak dalam diri). Sebuah efek yang juga membuat kamu ingin dengan lebih baik lagi mengembangkan kemampuan ini, lagi dan lagi.

Secara obyektif dan nyata, memang saya rasakan bahwa pelajaran dan materi di sekolah memiliki peranan besar dalam ke-bahasainggris-an saya. Kita perlu tahu dulu rambu-rambu dasarnya, apapun itu, alias berbagai hal yang ada di dalam buku-buku bahasa inggris kita dulu. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai melihat pola. Mungkin kamu juga. Setiap perpindahan jenjang pendidikan, kita mulai mendapat materi-materi yang sama lagi dan lagi sehingga jika kita mau melihat dari luar kotak terhadap fenomena itu (yang coba kita anggap berada di dalam kotak), kita akan melihat grafik perkembangan yang tidak begitu signifikan.

Apa maksudnya itu? Okay, mungkin lebih baik lewat contoh. Apa yang kamu pelajari di SD-SMA, bahkan di awal-awal perkuliahan di mata kuliah bahasa inggris dasar atau bahasa inggris A? Benar. Struktur kata, tense, grammar, ide paragraf atau tulisan, dan lain-lain. Lagi dan lagi. Berbagai hal mengenai bahasa inggris dasar. Namun saya tidak mengatakan kalau hal-hal ini tidak ada gunanya. Mungkin selalu ada hal yang bisa kita ambil dan dapat mengembangkan kemampuan kita, baik itu sifatnya merupakan hal-hal yang baru maupun pengulangan untuk merefleksikan dan membiasakan kita lagi terhadap sistem tersebut, untuk membuat pengetahuan kita selama ini menjadi lebih segar lagi. Karena dalam hal belajar bahasa, pembiasaan dan penggunaan secara rutin terhadap bahasa tersebut adalah hal yang krusial. Tanpa pengulangan penggunaan dan familiarisasi dalam kehidupan sehari-hari, ilmu-ilmu tersebut dengan sejentik jari menjadi terlupakan.

Namun, saya mendapatkan hal yang masif pula dari sumber belajar yang lain, entah saya lakukan secara sengaja atau tidak, untuk belajar mengembangkan ke-bahasainggris-an saya ataupun untuk tujuan lain. Yang jelas itu berdampak baik. Yaitu familiarisasi kehidupan dengan hal-hal berbahasa inggris. Hal ini mungkin bukan kali pertama kamu mendengarnya, jelas: “Mulailah membaca teks atau novel berbahasa inggris, mendengarkan video atau musik berbahasa inggris, menonton film dengan subtitle inggris dan mencoba mempraktikkan bahasa inggris”. Terdengar familiar. Namun, ada alasan kenapa hal-hal ini muncul lagi dan lagi dalam artikel tentang belajar atau mengembangkan kemampuan bahasa inggris. Karena hal itu secara nyata memang benar adanya. Bukan hanya kata-kata mutiara yang indah. Karena setelah berbagai orang yang berbeda merasakan hal yang sama lagi dan lagi sepanjang waktu dan hal itu berhasil, saran yang diberikan kurang lebih berbunyi sama.

Hal ini pun memang juga terjadi dengan saya. Yang lebih bagusnya lagi, hal ini terjadi begitu saja dan lebih fun, bukan terasa sebagai materi pelajaran yang harus dipelajari. Hal ini dengan sendirinya menyatu dengan kita secara implisit melalui pembiasaan. Kemampuan kosakata, listening, menulis, membaca, berbicara dan kepercayaan diri dalam berbahasa inggris benar-benar berdampak luar biasa. Bisa anda buktikan sendiri. Namun, hal itu bisa terjadi dalam jangka waktu relatif lama. But it worth the wait.

Bahasa inggris di masa depan

U.S. and Japanese elementary school teachers participate in group activities during We Can bilateral training at the Ryukyu Middle School, Kadena Air Base, Japan, May 24, 2019. The training is in support of Japan’s Ministry of Education’s mandatory English curriculum roll-out for 5th and 6th grade students. (U.S. Air Force photo by Staff Sgt. Peter Reft)

Dengan fenomena yang terjadi saat ini dalam hal ke-bahasainggris-an, kita dapat kira-kira memprediksi apa yang mungkin akan terjadi di masa depan. Saat sekarang saja, industri kerja banyak yang membutuhkan bahasa inggris yang baik. Menjadi penulis dengan jangkauan yang luas bisa memerlukan bahasa inggris yang baik. Penggunaan teknologi menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa default. Konferensi antar negara atau perusahaan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi. Material-material ilmu pengetahuan berbahasa inggris. Komunikasi formal profesional menggunakan bahasa inggris karena peleburan dan globalisasi bidang profesional antara individu berkewarganegaraan satu dengan yang lain di satu lingkungan yang sama, informasi dalam bahasa inggris, teks-teks publik dalam bahasa inggris, dan lain-lain.

Bahasa inggris kemungkinan akan menjadi lebih masif dan lebih rapat lagi dalam kehidupan kita dan dunia. Dan bagaimanakah kamu bisa survive kalau kamu kukuh tidak mau belajar bahasa inggris? Pastinya kita sudah dapat merasakan impresi-impresi dari hal tersebut di sekitar kita saat ini. Bahwa bahasa inggris semakin lama semakin global luas dan rapat dengan kehidupan.

Hal ini tidak hanya mempengaruhi dunia profesional kantor-kantor manajemen di wilayah perkotaan, namun juga bidang pekerjaan lainnya termasuk literasi, arsip maupun kepustakawanan. Dalam pertukaran data bibliografi, referensi dan kerjasama antar perpustakaan, kemampuan bahasa inggris yang baik akan sangat diperlukan. Dalam mengembangkan perpustakaan, kita perlu bekerjasama dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, tidak serta merta menjadi perpustakaan yang hanya sibuk dalam urusannya sendiri sehari-hari dan tidak mengembangkan sayap keluar. Apalagi perpustakaan tersebut merupakan perpustakaan nasional, perpustakaan umum dan perpustakaan perguruan tinggi. Kemampuan bahasa inggris yang baik akan diperlukan sebagai salah satu kompetensi pustakawan.

Pelatihan bahasa inggris untuk profesional

Namun, seperti yang saya singgung di awal, sebagai generasi yang merasakan tiga periode ini dan bukan langsung sebagai generasi yang lahir dimana bahasa inggris sudah merupakan hal yang global, kemungkinan banyak orang yang masih belum memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik. Karena itu, pihak instansi perlu/bisa melakukan bimbingan/pelatihan agar pustakawan dapat melakukan pelayanan yang lebih baik dan dalam proses pekerjaan mereka. Pustakawan juga dekat hubungannya dengan dunia penulisan. Penulisan bahasa inggris yang sesuai diperlukan agar pihak pembaca atau penerima tulisan mengerti apa informasi yang berusaha kita sampaikan.

Karena kita bukan berasal dari negara maju dan bukan pengguna bahasa inggris native (native english speaker), lumrah terjadi bila banyak dari kita yang masih menulis tulisan dalam bahasa inggris dengan translasi per kata. Dengan susunan kalimat yang belum sempurna. Selain itu bahasa erat hubungannya dengan budaya suatu masyarakat ataupun hal-hal internal lainnya yang menyebabkan suatu bahasa terbentuk dan bagaimana pelafalan, struktur hingga penggunaannya. Pemahaman akan budaya dan penggunaan bahasa inggris dari pihak penerima (misalnya orang-orang dari negara pengguna bahasa inggris sebagai bahasa utama) juga diperlukan, tidak serta merta hanya mengetahui arti-arti translasi dari setiap kata bahasa Indonesia ke bahasa inggris.

Menurut Doddy Rusmono (2015 : 7) instruktur pelatihan terkait memiliki peran besar dalam “melembutkan” suara mengoreksi kekeliruan pembelajar sebagai pembelajar yang bukan native berbahasa inggris karena pemojokkan terang-terangan akan mematikan semangat belajarnya. Tambahnya, seorang instruktur dengan kapasitas fasilitator perlu selalu berupaya untuk menyiasati ketidakpatutan yang diperlihatkan oleh susunan kalimat yang dihasilkan, namun hal tersebut sering terjadi karena ketidaksengajaan, dan oleh karenanya memerlukan pemakluman dari instruktor. Dalam hal ini, pembelajar akan merasa aman dan beranggapan dirinya terbebas dari intimidasi sehingga mereka dapat melihat kesempatan dan akses untuk perkembangan diri dan mendorong semangatnya. Memberikan kredit terhadap mereka juga dapat menjadi cara yang baik dalam pengarahan. Dalam bimbingan ini, instruktor perlu memberikan iklim belajar yang menyenangkan dan tidak mengekang.

Refleksi

Artikel ini bukan bermaksud menggurui atau menasihati, melainkan hanya sebagai sarana sharing dan diskusi diri. Oleh karena itu, hal ini dapat dialami berbeda dengan orang-orang yang berbeda. Namun, dari hal yang saya rasakan sendiri, saya bukan orang yang sering mengikuti les bahasa inggris atau membaca buku materi kemampuan bahasa inggris atau masuk dalam kelas-kelas bahasa inggris, apapun yang bersifat seperti pendidikan formal dalam pengembangan kemampuan bahasa inggris saya. Menurut saya, pendidikan informal yang kita jalani sehari-hari tidak kalah penting dengan membaca buku dan mengikuti kelas dalam hal ke-bahasainggris-an. Kemampuan bahasa dapat ditingkatkan dengan pembiasaan dan peleburan terhadap kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pembelajaran bahasa inggris ini bisa dilakukan dengan tanpa sadar, tidak secara formal, terus menerus, dan lebih menyenangkan. Dan tanpa sadar, kemampuan yang kita dapatkan suatu hari telah mencapai titik yang memuaskan sehingga memungkinkan kita untuk mengakses dan berbuat lebih banyak dalam kehidupan.

Belajar bahasa memang memerlukan konsistensi untuk terus digunakan dan difamiliarkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita hanya belajar suatu bahasa namun tidak dipraktikkan atau diulang-ulang agar melebur dengan bagian dari diri, kemungkinan besar sebagian besar dari ilmu yang telah dipelajari akan menyusut bahkan hilang.

Lingkari hidupmu dengan bahasa inggris. Mulailah membaca novel-novel pendek modern berbahasa inggris (jangan langsung Shakespeare atau Dickens ya). Tak masalah dengan tidak familiarnya dengan kata-kata tertentu. Toh ada kamus online atau google translate. Umumnya, bahkan kita tak perlu sampai mencari ke kamus tersebut, karena umumnya kita dapat mengetahui makna dari kata tersebut berdasarkan konteks yang sedang dibicarakan terkait kata tersebut, baik itu dalam novel ataupun film. Sama saja. Karena mencari translasi setiap-setiap kata ke kamus memerlukan waktu dan menguras mood. Kita bisa tidak tertarik lagi terhadap bacaan atau tontonan tersebut. Benang merah keberlanjutan dari mood cerita terputus-putus dan tidak lagi semenarik itu untuk diikuti.

Mulailah mendengarkan dalam bahasa inggris, menonton film dengan subtitle bahasa inggris, menulis dalam bahasa inggris, berbicara dengan teman dalam bahasa inggris (teman yang dapat anda percayai, karena jika tidak, bisa-bisa mereka adalah tipe teman yang jika melihat kita mempraktikkan bahasa inggris akan menganggap kita norak, sok-sokan atau hal lainnya), membaca informasi dalam bahasa inggris, juga bisa dengan membiasakan pengaturan gadget dalam bahasa inggris, menulis dalam bahasa inggris, dan lain-lainnya.

Lingkari dan biasakan dirimu dengan bahasa inggris. Bagi saya, hal ini secara otomatis memberikan hasil yang luar biasa berharga bagi perkembangan kemampuan berbahasa inggris kita, walaupun mungkin timeline dari setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang mencapainya lebih cepat, ada yang lebih lama. Tidak masalah.

Selain itu, terkadang tubuhmu lebih mengetahui mengenai diri kita ketimbang diri kita sendiri. Mereka terkadang tahu secara otomatis bagaimana bersikap, bagaimana menilai sesuatu. Jika mengaitkan dengan apa yang saya alami, dirimu akan tahu tahap-tahap kapan kamu bisa melakukan sesuatu dan kapan kamu bisa mulai mencoba langkah berikutnya (terkait ke-bahasainggris-an). Dirimu akan tahu kapan kamu bisa atau siap untuk membaca novel atau bacaan tertentu dalam tingkatan bahasa inggris tertentu. Dia akan tahu kapan bisa untuk mencoba menonton video Youtube tanpa subtitle. Dia akan tahu kapan bisa mencoba untuk mulai membaca atau menonton dalam tingkatan yang lebih lagi. Dia akan tahu kapan kamu bisa menulis dengan lancar dalam bahasa inggris.

Selain itu, bahasa inggris tidak hanya apa yang diajarkan oleh guru atau dosen kita melalui buku atau kelas (formal). Banyak aspek untuk memiliki bahasa inggris yang memadai yang didapatkan dengan cara informal. Seperti bahasa Indonesia saja, penggunaan komunikasi melalui bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan, umumnya didominasi melalui penggunaan bahasa tidak kaku atau informal yang kita dapat melalui pengalaman-pengalaman kita sebelumnya, apa yang kita lihat dan dengar di masyarakat. Bagaimana kamu akan mengerti makna kalimat “‘Kay. I want y’all guys to shut up for a sec” jika kamu hanya mempelajari secara formal dan tidak membiasakan dirimu melalui cara informal misalnya. Pemahaman mengenai short language (slang) dan idiom-idiom yang digunakan dalam bahasa inggris juga bermanfaat.

Bahasa inggris dapat membuka masa depan yang lebih berwarna dan kaya dalam hidup kita. Kamu dapat memiliki kesempatan berpartisipasi dalam beasiswa universitas-universitas berkualitas di dunia, baik itu di Sorbonne, Birmingham, Toronto, Melbourne, Brown, Los Angeles, Leiden, atau tempat lain. Banyak informasi, pengetahuan dan hal (termasuk novel, tutorial) dalam bahasa inggris yang bisa kita pahami dan maknai serta menjadi bagian dari pengembangan diri kita yang sayang untuk dilewatkan seluruhnya. Tidak semua informasi dan pengetahuan di dunia ini dalam bahasa Indonesia, kan? Bahkan itu mungkin hanya sekian kecil persen dari keseluruhan pengetahuan dan hal yang ada di dunia.

Kamu dapat mengenal budaya dan indahnya orang lain dan dunia dengan memiliki bahasa inggris yang memadai. Menurut saya pribadi, kemampuan berbahasa inggris dapat menjadikan seseorang menjadi lebih baik lagi dalam memandang dunia, bersikap terhadap dunia dan lingkungan di sekitar hidupnya. Mengembangkan seseorang di dalam dan luarnya, termasuk cara pikir dan cara pandangnya.

Kamu dapat membuka jalan menuju cita-cita atau profesi impianmu menjadi lebih mudah dan luas. Mengikuti konferensi, seminar atau diskusi internasional mengenai subyek yang kamu sangat minati. Mengikuti kompetisi atau komunitas internasional yang membuka berbagai kesempatan dan pengalaman. Begitu banyak hal yang dapat dibuka dengan memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik.

Saya masih belajar. Kemampuan bahasa inggris saya standar saja. Namun, bahkan dengan begitu, saya sudah memiliki excitement yang tinggi mengenai masa depan saya dan apa yang bisa saya raih dan alami, serta apa yang bisa terbuka dan saya dapatkan dengan memiliki kemampuan bahasa inggris yang jauh lebih baik lagi? Hidup terasa semangat dan tidak murung/gloomy. Banyak kesempatan dan sesuatu di luar sana.

Dengan artikel ini, saya berharap saya dan teman-teman untuk terus sama-sama belajar dan mengembangkan diri, terus memiliki excitement yang tinggi dan keinginan dalam mengembangkan diri. Menurut saya, memiliki keinginan untuk belajar, keinginan untuk mengembangkan diri, dan excitement terhadap masa depan yang cerah dan apa yang bisa kita lakukan untuk dunia, itu sendiri sudah merupakan sebuah hal yang luar biasa. Salah satu hal positif dan privilege menjadi seorang generasi muda. Karena mungkin saja saat kita sudah dewasa nanti atau bahkan berkeluarga, kita merindukan saat-saat ini, tersenyum akan momen-momen ini, sebagai memori dan bagian yang indah dari hidup kita, dan senang karena kita tidak memutuskan untuk berhenti dan terus melangkah di saat itu.