Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta menggelar program ‘BI Mengajar’ yang berlokasi di SMAN 74 Jakarta pada Rabu (7/8) sebagai bentuk sumbangsih Bank Indonesia dalam dunia pendidikan. Program ini diselenggarakan sekaligus dalam rangka ulang tahun BI ke-66 dengan tema ‘Menuju Manusia Unggul’. Program BI Mengajar sendiri telah berlangsung sejak lima tahun lalu dengan target sekolah-sekolah (SMP/SMA) dan perguruan tinggi.

Hamid Ponco Wibowo, Kepala kantor BI KPw DKI saat mengisi materi BI Mengajar

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi & Keuangan di Indonesia kepada para siswa agar para siswa lebih familiar dengan fungsi Bank Indonesia dalam perekonomian sejak dini. Diharapkan, para siswa mendapat gambaran atau pengetahuan mengenai kondisi perekonomian dan peranan teknologi informasi di jaman modern ini mampu mendorong industri kreatif dalam perekonomian bangsa. Dalam program ini, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo, menjadi narasumber.

Program BI Mengajar ini meliputi pengenalan bank sentral dan kelembagaannya, sistem pembayaran non-tunai dan pengenalan uang rupiah. Selain itu, program ini juga mensosialisasikan peran, tugas dan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam perekonomian Indonesia yang memiliki visi ‘menjadi bank sentral yang yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets’ ke dalam tiga pilar utama yang menunjang tujuan utama BI yaitu mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Tiga pilar utama itu adalah: menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan.

Peresmian dan Aktivasi BI Corner 2018 di Museum Bank Indonesia

Dalam tema yang disampaikan, ekonomi digital di Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, On-Demand Services yaitu sistem pelayanan yang dikembangkan atas kebutuhan konsumen (Gojek, Netflix, Spotify). Kedua, Fintech merupakan inovasi di sector perekonomian dan finansial masyarakat (Ovo, GoPay). Ketiga, ­e-commerce sebagai trend perekonomian dan gaya hidup saat ini yaitu penyebaran penjualan, pembelian, dan pemasaran barang dan jasa melalui media on-line (Tokopedia, Shopee, Bukalapak). Untuk pengembangan ekonomi digital diperlukan kolaborasi aktif dari berbagai pihak yaitu pemerintah, masyarakat sebagai partisipan aktif, peneliti, dan sekolah/perguruan tinggi.

Program ini juga sekaligus meresmikan BI Corner sebagai Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di SMAN 74 Jakarta yang baru saja terpasang tahun ini. Kantor Perwakilan Wilayah BI DKI Jakarta telah memasang 5 (lima) BI Corner di SMA, PT dan perpustakaan umum serta Pojok Baca dan Dongeng di 10 TK/PAUD di kawasan DKI Jakarta pada tahun 2019 ini. Dengan program-program ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat terkait peran dan tugas Bank Indonesia, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi ekonomi dan keuangan saat ini.