Dengan kemajuan teknologi, masyarakat beranggapan bahwa perpustkaan sudah tidak dibutuhkan lagi. Terlebih lagi kini masyarakat informasi dengan mudahnya memperoleh informasi darimana saja dan dimana saja. Menurut Martin (1995) secara utuh memberikan definisi istilah masyarakat informasi sebagai suatu masyarakat ketika kualitas hidup dan prospek untuk perubahan sosial dan pembangunan ekonomi tergantung pada peningkatan informasi dan ekonomi. Keberadaan masyarakat informasi memberikan kita tantangan-tantangan yang harus di hadapi.

Berkembangnya suatu perpustakaan di tengah-tengah masyarakat merupakan suatu tolak ukur berkembangnya masyrakat informasi. Sedangkan perpustakaan merupakan salah satu pusat tempat menyimpan dan mengelola informasi yang memiliki manfaat sangat besar bagi masyarakat. Ada beberapa tahapan agar informasi dari perpustakaan  dapat diterima dengan baik oleh masyarakat informasi. Berikut ini merupakan alur informasi KE, DI, DAN DARI PERPUSTAKAAN.

Kini perpustakaan bagi masyarakat informasi tidak hanya terbatas pada banguan perpustakaan itu sendiri. Situs pencarian pada internet seperti google sudah di anggap sebagai perpustakaan bagi mereka. Jadi, agar perpustakaan tetap bisa eksis di kalangan masyarakat informasi dan masuk aktif dalam kerja jaringan-jaringan informasi, maka salah satu caranya yakni melaui gadget  seperti perpustakan digital. Dengan adanya perpustakaan digital masyarakat informasi menjadi lebih mudah dalam mengakses yang dibutuhkan dan perpustakaan-pun akan tetap eksis.

 

Sumber : Suwaro, Wiji. Ilmu perpustakaan & Kode Etik Pustakawan, Ar-Ruzz Media Group. 2010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *