Perpustakaan dan buku adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dimana ada perpustakaan, pasti terdapat sejumlah buku yang tersedia. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan dari segala penemuan dan pemikiran para ahli yang disebarkan ke masyarakat luas. Buku mempengaruhi jiwa dan pemikiran pembaca, sehingga koleksi buku yang tersedia di perpustakaan disesuaikan dengan konten pemustakanya. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sebuah perpustakaan, terutama ketersediaan buku. Lanchaster (1979) mengatakan lembaga informasi (baca: khususnya perpustakaan) ini menjadi sentral bagi perputaran informasi di dunia pendidikan, secara ringkas terlihat seperti dibawah ini:

 

User community adalah kelompok orang yang menjadi pengguna informasi dimana sebagian orang terlibat dalam proses menghasilkan informasi, atau yang sering disebut pengarang (author). Informasi yang dihasilkan berupa karya yang menarik atau penting bagi orang lain, yakni pengalaman, penelitian, wawasan dan lain sebagainya. Kemudian karya pengarang akan digandakan oleh penerbit (publisher) dan akan disampaikan kepada pembaca oleh distributor.

Peran perpustakaan terfokus pada pengelolaan karya yang telah ada, disesuaikan dengan harapan pemustakanya, ditata, dan diatur dengan sistem tertentu sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses informasi dan lebih terkontrol dalam peredaran buku. Perpustakaan sendiri memiliki fungsi penting dalam siklus tersebut, yaitu penyebaran informasi melalui jasa kesiagaan (current awareness services), jasa rujukan (reference services), dan penelusuran literatur (literature searching).

Sumber : Suwarno, Wiji (2011), Perpustakaan & Buku: Wacana Penulisan & Penerbitan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media