Perpustakaan bukan saja tempat untuk menyimpan buku namun selain itu diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi mereka yang ingin mendalami agama. Itulah salah satu alasan mengapa perpustakaan di rumah ibadah juga memiliki peran yang penting. Perpustakaan rumah ibadah adalah Lembaga atau unit kerja yang mengelola karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku, yang dibentuk dan dikembangkan oleh rumah ibadah guna memenuhi kebutuhan penelitian, pengetahuan, informasi, keagamaan, dan rekreasi.

Perpustakaan rumah ibadah adalah salah satu jenis perpustakaan yang penyelenggaraannya dilakukan oleh pemilik/pendiri rumah ibadah, baik perorangan, korporasi, yayasan, lembaga masyarakat, dsb. Berikut ini contoh bagan struktur organisasi perpustakaan rumah ibadah yang paling sederhana:

Jenis koleksi dalam perpustakaan rumah ibadah digolongkan berdasarkan beberapa hal. Menurut bentuk fisiknya, terdiri dari koleksi tercetak, terekam dan koleksi digital, sedangkan menurut isinya dikelompokkan berdasarkan presentasinya, 60% subjek keagamaan, dan 40% untuk pengetahuan umum. Selain itu menurut bentuk penyajian dibedakan menjadi koleksi fiksi, non fiksi dan referens.

Sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi salah satu hal yang penting dalam pelayanan perpustakaan. Selain itu, layanan perpustakaan rumah ibadah memiliki jenis layanan mirip dengan perpustakaan umum, diantaranya adalah layanan referensi, layanan baca di tempat, layanan ekstensi, layanan kerjasama, layanan fotokopi, dan layanan terjemahan. Dalam tindakannya, terdapat jenis program layanan, yakni bimbingan untuk pemustaka, lomba pembudayaan perpustakaan, bedah buku dan temu pengarang, mendongeng, pekan atau bulan ilmiah.

 

 

Sumber: Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Rumah Ibadah/ editor, Hj. Indah Wuryani.—Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2011.