Dok. Pribadi. Peresmian BI Corner di Kampus i3L Dr. Hermeindito – Hendra Nazaldi

Perkembangan sektor Financial Technology atau Fintech di Indonesia tumbuh semakin pesat. Fintech Indonesia memiliki beberapa ragam, antara lain startup pembayaran, riset keuangan, investasi ritel, pembiayaan (lending & crowdfunding), perencana keuangan (personal finance), dan remitasi. Semakin menjamurnya startup yang ada membuat Bank Indonesia sebagai pemegang kebijakan moneter tentunya mengambil langkah antisipasi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal tersebut, maka dalam peresmian BI Corner di kampus i3L, kamis, 22 Februari 2018, dilakukan gelar wicara dengan tema “Perkembangan Fintech di Indonesia”.

Sebelum gelar wicara dimulai, Dr. Hermeindito, Faculty of Master in BioManagement, menjelaskan perkembangan Fintech yang demikian pesat tentunya memberi dampak pada kebijakan Bank Indonesia yang mempunyai peran besar dalam perekonomian negara. Selain itu, dalam sambutan Hendra Nazaldi, Asisten Direktur PSBI dan hubungan Stakeholders Departemen Komunikasi Bank Indonesia menjelaskan bahwa selain untuk meningkatkan minat baca dalam bidang ekonomi khususnya, BI Corner hadir untuk menjelaskan peran Bank Indonesia di semua kalangan karena Bank Indonesia tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Kita akan terus pantau BI Corner ini, kita akan update buku-buku baru terkait kebijakan Bank Indonesia khususnya. Semoga BI Corner bisa dioptimalkan manfaatnya,” imbuh Hendra Nazaldi.

Dok. Pribadi. Miftahul Khoiri saat menyampaikan materi

Menyambut penjelasan yang disampaikan oleh Dr. Hermeindito, analis Fintech Bank Indonesia Miftahul Khoiri sebagai narasumber yang hadir, menjelaskan berbagai kebijakan Bank Indonesia dalam mengantisipasi kemungkinan buruk bagi para pelaku ekonomi. “Teknologi yang ada sekarang memberikan akses luar biasa bagi pelaku ekonomi tanpa harus ke sektor formal, itulah mengapa pelaku ekonomi lebih memilih Fintech. Bank Indonesia berada di tengah-tengah antara pengaturan yang ketat dan costumer protection. Kami terus mendorong inovasi tapi tetap menjaga customer agar tidak melakukan transaksi yang merugikan dengan membatasi scope dari Fintech tersebut,” kata Miftahul Khoiri.

Dok. Pribadi. BI Corner di kampus i3L

Dalam kesempatan tersebut, Valensia, salah seorang mahasiswa kampus i3L bertanya, apakah Indonesia bisa cashless di masa depan? Menggapi pertanyaan tersebut, Miftahul Khoiri menjelaskan bahwa tidak mungkin bahwa Indonesia di masa depan akan cashless secara total. Selain uang sebagai simbol negara, budaya orang Indonesia yang mengukur kekayaan dari seberapa banyak uang yang dibawa masih ada di beberapa daerah. Bahkan, China yang sudah jauh lebih berkembang dari Indonesia dalam bidang Fintech, penggunaannya hanya berkisar 30%.