Perpustakaan Provinsi sebagai salah satu tempat rujukan bagi masyarakat luas di wilayah Provinsi merupakan salah satu objek vital di dalam sebuah Pemerintahan. Sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial ekonomi, perpustakaan Provinsi bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan semua jenis perpustakaan di wilayahnya.

Maka dari itu, perpustakaan Nasional RI sebagai rujukan seluruh perpustakaan di Indonesia mengembangkan standar nasional perpustakaan Provinsi sebagai acuan dalam melaksanakan layanan, pembinaan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia. Standar ini menetapkan dasar acuan penyelenggaraan perpustakaan umum di tingkat Provinsi, meliputi ketentuan dan persyaratan minimal tentang koleksi, sarana dan prasarana, layanan, tenaga, dan pengelolaan perpustakaan.

Berikut merupakan ringkasan standar nasional perpustakaan Provinsi:

  1. Koleksi

Koleksi perpustakaan Provinsi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Provinsi untuk mendukung kebijakan daerah. Jenis koleksi berupa koleksi umum, koleksi rujukan, koleksi terbitan berkala, koleksi terbitan pemerintah, koleksi khusus, dan koleksi langka. Jumlah judul koleksi sekurang-kurangnya 0,015 per kapita. Koleksi terbaru yang terbit lima tahun terakhir sekurang-kurangnya 5% dari jumlah koleksi yang ada pada tahun berjalan. Pengembangan koleksi harus ditinjau sekurang-kurangnya 3 tahun sekali dan sekurang-kurangnya 5% dari jumlah judul koleksi pada tahun berjalan.

  1. Sarana dan Prasarana

Lokasi perpustakaan mudah dijangkau, sekurang-kurangnya 0,004 m2 per kapita dan di bawah kekuasaan pemerintah daerah. Gedung mempunyai sarana layanan sekurang-kurangnya meliputi rak buku, rak majalah, rak audio visual, rak buku referensi, meja baca, meja kerja, laci katalog, kursi baca, perangkat komputer, alat baca tunanetra, AC, rak display buku baru, rak surat kabar, jaringan internet, dan lemari penitipan tas.

  1. Layanan Perpustakaan

Perpustakaan menyediakan layanan sekurang-kurangnya 10 jam per hari. Jenis layanan sekurang-kurangnya terdiri dari layanan sirkulasi, layanan membaca ditempat, layananan referensi, layanan bercerita, layananan perpustakaan keliling, layanan internet, penelusuran informasi, bimbingan pemustaka, dan literasi informasi.

  1. Keanggotaan Perpustakaan

Jumlah anggota sekurang-kurangnya 2% dari jumlah penduduk.

  1. Pemanfaatan Perpustakaan

Jumlah kunjungan fisik sekurang-kurangnya 0,10 per kapita per tahun, dengan frekuensi minimal 0,125 per eksemplar per tahun, jumlah transaksi sirkulasi minimal 0,25 per kapita per tahun. Tingkat kepuasan pemustaka sekurang-kurangnya 40% yang diperoleh melalui survey sekali dalam setahun.

  1. Tenaga Perpustakaan

Jumlah staf minimal 1 orang per 25.000 penduduk dengan rincian berkualifikasi di bidang perpustakaan dan informasi minimal 1 orang per 75.000 penduduk.

  1. Penyelenggaraan Perpustakaan

Perpustakaan menyusun visi misi yang mengacu pada tugas pokok dan fungsi perpustakaan, dan menyusun program kerja tahunan sesuai visi misi tersebut. Struktur organisasi perpustakaan provinsi minimal sesuai bagan dibawah.

    8. Pengelolaan Perpustakaan

Perpustakaan menerapkan prinsip manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pelaporan, dan panganggaran. Jumlah anggaran belanja operasional perpustakaan Provinsi per tahun sekurang-kurangnya Rp. 1.000,- per kapita dan atau disesuaikan dengan luasnya jangkauan wilayah layanan perpustakaan.

 

Sumber:

Salmubi, dkk. 2013. Standar Nasional Perpustakaan Provinsi. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.