Pengaruh teknologi makin pesat, model baru banyak digunakan oleh sejumlah pustakawan di perpustakaan adalah RFID. Arti RFID (Radio Frequency Idenfitication), sebuah cara perekaman data langsung dibantu oleh frekuensi gelombang radio. Contoh RFID ditempelkan pada semua koleksi buku. Kemudian buku tersebut otomatis terbaca sendiri oleh tab reader atau RFID reader pada jarak cukup jauh dan dalam jumlah banyak.

 
Dengan kata lain, RFID atau bracode hamper sama metode label pada produk discanning. Sistem peminjaman tersebut dibantu oleh komputer untuk melayani sirkulasi.
Kelebihan penggunaan RFID yaitu :
1. Pada sistem ini bisa gunakan offline dan online. cara kerja offline yaitu data peminjaman dahulukan disimpan dulu pada salah satu magnetik digunakan untuk pembaruan data pada pangkalan data yang dilakukan secara bergantian. Bahkan, sistem online berisi data peminjam berhubungan dengan pangkalan data, pengaruh terjadi transaksi langsung, data tersebut bisa berubah.

2. Petugas layanan sirkulasi menscan bracode atau RFID pada pinggiran buku, untuk mengecek ulang buku yang akan dipinjam terdaftar.

3. Jika bracode pada buku tidak berfungsi, pustakawan dapat mencari nomor bracode kartu anggota dan buku pada komputer. Data dapat ditemukan, itu untuk peminjaman. Sedangkan pengembalian buku, hanya melakukan pembacaan bracode buku atau anggota perpustakaan tersedia.

Kekurangan penggunaan RFID yaitu :
1. Membutuhkan anggaran, karena harus mengeluarkan dana untuk beli peralatan elektronik contoh printer, scanning, dan sebagainya.

2. Tidak dapat menanggung jumlah koleksi buku, jika bertambah banyak.

3. Membutuhkan ada pendukung yang bersifat substansial untuk perpustakaan