Globalisasi ternyata membawa dampak positif dan negatif sekaligus, entah harus berterima kasih atau menyesal menyadari bahwa teknologi canggih telah dan akan terus menjadi bagian vital dalam hidup masyarakat pada umumnya.

Tak terkecuali dalam hidup anak-anak, gadget atau smartphone bak pengganti boneka Barbie atau robot-robotan bagi anak era 90-an. Perangkat canggih ini tidak jarang dijadikan ‘senjata’ para Orang Tua untuk membujuk anaknya ketika ia merajuk. Ya, memang, sah-sah saja selama penggunaannya bijak.

Sikapi penggunaan gadget untuk anak dapat dimulai dengan melakukan pembatasan terhadap waktu penggunaan anak. Untuk anak usia 6 tahun, penggunaan gadget sebaiknya tidak lebih dari 2 jam per hari.

Selanjutnya, bijak yang dimaksud adalah awasi penggunaannya. Beruntung lah kita yang hidup di era digital. Tidak hanya di dunia nyata saja yang tersedia ruang publik ramah anak, melainkan juga di dunia maya. Google telah meluncurkan mesin pencari digital ramah anak bernama Kiddle yang dapat diakses melalui Kiddle.co. Dari segi konten dan tampilan, tentu telah disesuaikan untuk kalangan anak.

Di samping itu, terkait dengan penggunaan gadget yang sering kali over-time, memang perlu diwaspadai. Fakta berikut perlu sahabat Yepi ketahui. Dikutip dari Tribun News, pakar neurosains, dr. Amir Zuhdi  saat seminar neurosains bersama komunitas Neuronesia, menyarankan anak usia 1-4 tahun sebaiknya mendapatkan pelajaran tentang pengelolaan emosi dan pembentukan perilaku.

Bijak yang dimaksud pada artikel ini pun, merujuk pada aplikasi yang anak gunakan harus memiliki nilai guna yang dapat mendukung tumbuh kembangnya. Seperti aplikasi Bravolol yang dapat diunduh secara gratis di smartphone. Aplikasi ini menyediakan fitur bahasa asing, kosa kata dan pelafalan dalam beberapa bahasa, sehingga anak dapat belajar bahasa lain tanpa harus daftar kursus bahasa.

Penggunaan gadget yang berlebihan tentunya akan berdampak buruk pada kesehatan mata dan berimplikasi pada kehidupan sosialnya. Orang Tua harus menjalankan fungsi proteksi pada anak dengan bijak dalam penggunaan gadget pada anak.

Salam Literasi!