Gadget pada Anak: Harus Bijak!

Artikel, Berita
Globalisasi ternyata membawa dampak positif dan negatif sekaligus, entah harus berterima kasih atau menyesal menyadari bahwa teknologi canggih telah dan akan terus menjadi bagian vital dalam hidup masyarakat pada umumnya. Tak terkecuali dalam hidup anak-anak, gadget atau smartphone bak pengganti boneka Barbie atau robot-robotan bagi anak era 90-an. Perangkat canggih ini tidak jarang dijadikan 'senjata' para Orang Tua untuk membujuk anaknya ketika ia merajuk. Ya, memang, sah-sah saja selama penggunaannya bijak. Sikapi penggunaan gadget untuk anak dapat dimulai dengan melakukan pembatasan terhadap waktu penggunaan anak. Untuk anak usia 6 tahun, penggunaan gadget sebaiknya tidak lebih dari 2 jam per hari. Selanjutnya, bijak yang dimaksud adalah awasi penggunaannya. Beruntung lah kita yang hidup di era digital. Tidak hanya di dunia nyata saja yang tersedia ruang publik ramah anak, melainkan juga di dunia maya. Google telah meluncurkan mesin…
Read More

Donasikan Mainan Layak Gunamu, Yuk!

Artikel
  Ada 'Terima' ada 'Kasih'. Berbagi tak pernah boleh pergi dari diri, meski sesulit apapun kita. -Helvy Tiana Rosa Kalimat bijak tersebut bak tamparan kecil untuk masing-masing pribadi. Meski pun dalam keadaan sulit, tidak ada alasan untuk tidak berbagi. Layaknya kisah tukang becak yang rajin berbagi. Penghasilan? Tidak perlu ditanyakan, bisa kita bayangkan sendiri betapa pas-pasan--bahkan dapat dikatakan masih jauh dari Upah Minimum Regional sebagai standar kecukupan hidup di Ibu Kota. Namun dengan segala keterbatasannya, tukang becak tersebut selalu sedekah setiap hari Jumat. Tentu, bukan sedekah harta yang beliau lakukan, namun sedekah tenaga. Ya, masih banyak cara lain untuk berbagi selain dengan memberikan segulung uang kertas. Akhirnya, Tuhan memberi jalan kepada tukang becak tersebut untuk bertamu ke rumahNya. Dari kisah tersebut, seorang yang berada dalam kondisi finansial memprihatinkan saja masih…
Read More

YPPI Back to Campus!

Berita
Senin lalu, 20 Maret 2017, YPPI Back to Campus hadir di Universitas Indonesia. Program Back to Campus ini diselenggarakan di setiap kampus yang memiliki program studi ilmu perpustakaan pada khususnya dan diselenggarakan dalam bentuk kuliah umum kepada program studi Ilmu Perpustakaan angkatan 2015. Suatu kehormatan saat Bapak Dr. H. Zulfikar Zen, S.S., M.A. dan jajaran dosen ikut serta dalam acara YPPI Back to Campus, sehingga komunikasi dua arah terjadi dengan suasana kondusif. Acara dimulai pukul 09.30 WIB di aula Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Audiens yang mayoritas mahasiswa semester 4 ini, masih harus memahami lebih dalam mengenai konsep perpustakaan terutama manajemen perpustakaan. Sebuah gedung yang berisi rak buku yang tertata rapi agaknya masih menjadi gambaran umum yang melekat di benak para mahasiswa ketika mendengar kata perpustakaan. Padahal, eksplorasi perpustakaan telah dilakukan seperti perpustakaan keliling menggunakan mobil, perpustakaan terapung, hingga pustaka bergerak…
Read More

Tumbuhkan Kebiasaan Membaca Dengan Menyediakan Pojok Baca Di Rumah

Artikel
Tumbuhkan kebiasaan membaca, mungkin kah? Faktanya, rata-rata orang di dunia membaca kurang dari satu buku per tahunnya. Terlebih di Indonesia, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen (UNICEF, 2012). Ironi, di saat perpustakaan skala nasional sudah memadai dan tanpa memungut biaya justru kendala utama terdapat pada jumlah pengunjung yang sepi karena rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk membaca. Selain Pemerintah yang telah menggalakan gerakan membaca 15 menit pada siswa sebelum pelajaran dimulai, masyarakat termasuk kita wajib mendukung gerakan tersebut dengan menumbuhkan kebiasaan membaca di rumah. Memiliki buku di rumah dua kali lebih penting daripada tingkat pendidikan Ayah (Research in Social Stratification and Mobility, 2010). Masih ingat kisah seorang anak tukang becak yang menjadi lulusan terbaik di kampusnya dan mendapat beasiswa ke Inggris? Hal tersebut membuktikan bahwa dengan pembelajaran berulang dan tekad, seseorang dapat…
Read More

Gratis Konsultasi Bagi Individu Komunitas Lembaga Yang Peduli Literasi

Artikel
"If you want to go fast, ga alone. If you want to go far, go together." Jika kau ingin berjalan cepat, pergilah sendirian. Jika kau ingin berjalan jauh, pergilah bersama. Sepaham dengan kalimat tersebut, YPPI ingin 'berjalan jauh' untuk terus mempertahankan eksistensi lembaga agar dapat memberikan manfaat bagi pihak yang membutuhkan. YPPI sadar, jika kami menjalankan program tanpa koordinasi dengan pihak lain maka YPPI tidak akan bertahan hingga 10 tahun lebih. Dibutuhkan kontribusi dari segala pihak agar pencerdasan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan tercapai. Tidak hanya manfaat materiil (hibah buku dan CSR), YPPI membagikan manfaat non-materiil yaitu konsultasi tak berbayar atau konsultasi gratis seputar manajemen perpustaakan dan literasi. Persepsi masyarakat selama ini perpustakaan hanyalah tempat membaca atau meminjam dengan tatanan rak dan deretan buku. Tanpa kategorisasi buku, penyampulan serta peletakan buku yang tepat, perpustakaan tidak akan berfungsi secara…
Read More

Melek Literasi: Betulkah Sekadar Baca Tulis Hitung?

Artikel
Ternyata sekadar memiliki kemampuan membaca, menulis dan aritmatika (calistung) saja belum dapat dikatakan melek literasi. Lebih dari sekadar mengenal aksara, memahami dan menginternalisasi nilai yang ia dapat dari membaca, menulis dan berhitung lah yang disebut literasi. Tidak berhenti sampai di situ, makna literasi adalah kondisi ketika seseorang mampu menginterpretasikan, mengaktualisasikan, dan mengamalkan pada orang lain dan menghubungkan antara nalar dan norma berdasarkan makna yang ia ambil. Seperti apa literasi pada kehidupan sehari-hari? Sederhana saja, ketika penumpang Kereta Rel Listrik selain orang yang berhak mengisi tempat duduk prioritas--yakni Ibu mengandung atau Ibu yang membawa anak kecil, orang lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Memang, ketika gerbong KRL sepi dan tidak banyak penumpang, sah-sah saja untuk duduk di bangku prioritas tersebut. Namun, lain halnya ketika kondisi gerbong sedang ramai, orang yang diprioritaskan justru berdiri dan orang yang…
Read More