Dongeng Tingkatkan Minat Baca

Artikel
YPPI- Sampai usia berapa seorang anak perlu dimanja dengan dongeng sebelum tidur? Jawabannya selama orang tua mampu. Bercerita dengan degan suara keras sebelum tidur ternyata mampu meningkatkan minat baca pada anak secara signifikan. Survei mutakhir dari YouGove untuk penerbit anak-anak Scholastic menemukan bahwa banyak orang tua yang menghentikan tradisi mendongeng sebelum tidur ketika putra-putri mereka mulai bisa membaca sendiri. Bahkan ketika anak-anak belum siap kehilangan momen-momen intim menjelang tidur itu. Studi tersebut mengungkapkan 83 persen anak-anak menikmati didongengi dengan suara keras. Sementara 68 persen di antaranya menggambarkan momen itu sebagai waktu spesial dengan orang tua. “Sangat hangat dan menyemangati,” tulis seorang responden 11 tahun. Satu dari lima orang tua yang disurvei mengaku berhenti mendongeng dengan suara keras sebelum anak mereka belum menginjak 9 tahun. Sepertiganya antara 6-11 tahun mengaku ingin…
Read More

Literasi: Kirim Kader ke Madrasah

Artikel
YPPI- SURABAYA- Banyak cara untuk meningkatkan minat baca pelajar Surabaya. Salah satunya, mengirim kader literasi ke sekolah-sekolah. Selain membudayakan membaca, mereka bertugas mengembangkan perpustakaan sekolah. Kemarin (26/7) Badan Arsip dan Perpustakaan (Baperpus) Kota Surabaya mengirim130 kader literasi ke madrasah di Surabaya. “Ada yang ke MI dan ada juga kader yang kami kirim ke MTs,” kata Kepala Baperpus Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih. Kader literasi yang dikirim ke madrasah adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Surabaya. Mereka berasal dari fakultas tarbiah dan keguruan. Arini mengungkapkan, kader literasi berperan layaknya mahasiswa yang sedang mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN). Mereka wajib datang ke sekolah minimal seminggu sekali. “Mereka telah menyusun program kerja masing-masing. Tapi rata-rata yang akan dilakukan adalah memperbaiki mekanisme pengelolaan perpustakaan dan membudayakan membaca di sekolah itu,” jelas Arini.…
Read More

Kompetisi Spelling Bee Dimulai Lusa

Artikel
YPPI- LOMBA spelling bee (mengeja) Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo akan diselenggarakan di aula SMPN 1 Sidoarjo pada Kamis (28/7). Sebanyak 400 peserta bakal terlibat dalam kompetisi tersebut. Mereka terdiri atas peserta didik TK / RA beserta pendamping se- Sidoarjo. Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo Sri Sutarsih menjelaskan, lomba spelling bee adalah lomba mengeja kata dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lomba tersebut akan diadakan dalam tiga babak. Yakni, babak penyisihan, semifinal, dan final. “Seluruh babak dilaksanakan dalam sehari,” katanya. Peserta yang berhasil lolos ke babak semifinal dan final, lanjut dia, ditentukan dari jumlah kata terbanyak dijawab peserta. Dalam lomba tersebut, system gugur juga berlaku pada tiga babak. Jika ada kesamaan jumlah kata yang dijawab peserta, penentunya adalah kecepatan menyelesaikan ejaan kata. Begitu juga saat final. Bila ada…
Read More

Baca Sejam di Festival Literasi

Artikel
YPPI- SIDOARJO- Kegemaran membaca harus diakui bukan kegiatan yang umumnya disukai anak-anak sekolah zaman sekarang. Padahal, banyak hal yang diperoleh dengan banyak membaca. Untuk itu, SMKN 1 Sidoarjo menghelat Festival Literasi yang merupakan bagian dari masa pengenalan lingkungan sekolah peserta didik baru (MPLSDB). Program yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut diharapkan bisa meningkatkan kebiasaan membaca di kalangan siswa sekolah. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Dr Tirto Adi MPd dalam pembukaannya menjelaskan betapa pentingnya mengawali kebiasaan literasi ini. “Sudah pas rasanya jika Festival Literasi ini dijadikan agenda pamungkas untuk menutup kegiatan MPLSPDB,” ujarnya merujuk kegiatan yang berlangsung sejak Senin (18/7) sampai Rabu (20/7) itu. Sesuai tajuknya, acara yang dibuka pukul 07.30 WIB itu dimulai dengan membaca bersama. Para siswa yang diminta membawa satu buku non pelajaran…
Read More

Susahnya ‘Menghidupkan’ Tradisi Literasi

Artikel
YPPI- JUDUL tulisan ini adalah paradoks dari salah satu tujuan diselenggarakannya Kongres Bahasa Daerah Nusantara oleh Yayasan Kebudayaan Rancage bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud di Bandung, 2-4 Agustus 2016. Kalimat selengkapnya berbunyi : “Menghidupkan tradisi literasi bahasa daerah Indonesia dengan penerbitan buku-buku bacaan dalam bahasa daerah, baik fiksi maupun non-fiksi.” Sebenarnya, tujuan itu seperti gayung bersambut dengan apa yang selalu diserukan oleh tokoh sastra Jawa, Suparto Brata. Penerima penghargaan SEA Write Award yang meninggal pada 11 September 2015 itu tidak hanya berseru tentang pentingnya buku bagi sebuah bangsa yang (ingin) maju, melainkan juga memberikan contoh, melakukan sendiri apa yang dia serukan: menerbitkan sendiri buku-bukunya, bahkan membantu penerbitan buku karya orang lain, menggelar lomba penulisan, dan juga memberikan bukunya secara…
Read More

Dirikan Perpustakaan hingga Persatuan Tukang Bangunan

Artikel
YPPI- Muzaki, pemuda asal Desa Rejoyoso, Bantur, Kabupaten Malang, ini getol menggerakkan pendidikan di desanya. Dia menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk belajar anak-anak. Selain itu, dia mendirikan 9 perpustakaan dan beberapa komunitas sosial. Dian Kristiana, Malang ’’SAYA percaya anak-anak di kampung nggak kalah dengan anak kota.’’ Itulah salah satu kalimat yang terdengar di pertemuan Forum Komunikasi Taman Baca Masyarakat (FKTBM) Malang Raya di Perpustakaan Anak Bangsa, Jabung, dua bulan lalu. Muzaki adalah pelopor gerakan edukasi melalui Komunitas Galeri Kreatif di Kecamatan Bantur yang dia dirikan pada 2011. Muzaki menjelaskan, Galeri Kreatif merupakan rumah singgah yang berada di Dusun Rejoyoso RT 37, RW 05, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur. Forum itu merupakan wadah edukasi bagi anak-anak di desa Bantur untuk tumbuh dan berkembang dalam bidang apa pun. Misalnya, pengembangan diri, keterampilan, konsultasi…
Read More