Komitmen Bersama Budayakan Literasi Sekolah

Artikel
YPPI- Rendahnya budaya literasi di kalangan pelajar adalah masalah bersama. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan bersama. Tidak secara parsial. Gerakan bersama meningkatkan budaya literasi tersebut juga dilakukan SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi). SECARA resmi, sekolah itu mencanangkan gerakan budaya literasi SMP Musasi itu dilangsungkan Kepala dinas pendidikan (dispendik) Mustain Baladan dan Kepala bidang pendidikan menengah (dikmen) Tirto Adi. Seluruh siswa kelas VII dan VIII serta guru pun berkomitmen bersama untuk membuat gerakan inovasi budaya literasi. Ketua Tim Budaya Literasi SMP Musasi Edy Prawoto mengatakan, sejatinya gerakan literasi diterapkan di sekolah sejak lama.baik melalui kegiatan ekstrakulikuler jurnalistik maupun menulis. Bahkan, ada pula kegiatan yang melibatkan seluruh pelajar di SMP Musasi dalam bentuk membaca dan meresume sebelum pelajaran dimulai. “Itu salah satu kegiatan literasi agar seluruh siswa gemar membaca dan menulis,” katanya.…
Read More

Serasa Baca Buku di Rumah Sendiri

Artikel
YPPI- Berada di dalamnya tak serasa di dalam perpustakaan. Suasana yang homey dengan seabrek koleksi menarik. Bikin betah. Itulah C2O Library. Perpustakaan gaul yang cukup popular di Surabaya. Tidak ada yang menonjol dengan wajah depan rumah di Jalan Cipto Nomor 22 tersebut. Label perpustakaan tidak ada. Library jelas tak tampak. Apalagi tulisan pusat peminjaman buku, pasti tidak bakal ditemukan. Tidak ada penanda sama sekali. Tapi, tempat itu cukup tersohor. Khususnya di kalangan mahasiswa, sejumlah komunitas, dan penggemar buku di Kota Pahlawan. Rumah tersebut seolah menjadi destinasi tempat wajib. Yang belum pernah ke sana akan dibuat heran dengan penataan dan keadaannya. Masuk ke C2O tak ubahnya memasuki rumah tinggal pribadi berfasilitas perpustakaan. Tidak ada yang berubah dengan tata letak dari rumah aslinya. Ruang tamu dijadikan tempat utama. Ribuan buku beragam genre…
Read More

Menulis Redakan Stres

Artikel
YPPI- BERTUGAS di negara terpencil dalam kondisi serba terbatas-akses, fasilitas, dan kendala komunikasi- merupakan tantangan berat. Beradaptasi dengan lokasi, kultur, serta cakupan tugas itu sendiri. Misalnya, yang dialami Husni di awal tugasnya di Malawi. Setiap pagi harus ke klinik pukul 06.00, sesampai di sana sudah ada ratusan pasien yang mengantre. Sebenarnya, bekerja dalam kondisi yang menuntut fleksibilitas bukan hal baru bagi Husni. Jiwa survival-nya sudah terasah. Tetapi, dia pernah merasa di titik terendah sebagai dokter saat pasien tidak bisa diselamatkan karena keterbatasan obat dan lokasi. “Jujur, tiga bulan pertama, saya frustasi dan terpikir untuk pulang. This is beyond my expectations”, ujarnya. Namun, MSF punya tim yang sangat solid. Husni tahu, dirinya tidak bekerja sendirian. Semua bahu-membahu dengan niat tulus untuk kemanusiaan. Dia curhat kepada psikolog MSF. Husni ditanyai apa kesukaanya…
Read More

Menjadi Manusia lewat Sastra

Artikel
YPPI- SURABAYA- Bagi Diah Ariani Arimbi, Kerumunan Terakhir, novel termutakhir karya Okky Madasari, mengingatkannya lagi akan karikatur yang pernah dilihatnya di awal booming internet pada 1993. Karikatur di New Yorker tersebut mengirim pesan : Di internet, tak ada yang tahu sekalipun kamu anjing. Artinya, terang dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga itu, jagat digital menyimpan “materi” yang membedakannya dari dunia nyata. “Kita tidak pernah tahu kebenaran dalam dunia digital. Tiap orang bisa menjadi siapa saja,” kata Diah dalam bedah novel di Graha Pena Jawa Pos Surabaya kemarin (28/5). Karakter Matajaya yang di dunia nyata bernama Jayanegara mewakili fenomena tersebut. “Sosok Matajaya juga mewakili anak muda sekarang alias generasi millennial yang sejak bangun tidur lagi tak bisa lepas dari gadget,” lanjut dia. Menurut Okky, Kerumunan Terakhir memang mengangkat tema kegelisahan generasi…
Read More

Klub Literasi Anak Surabaya, Pupuk Budaya Baca-Tulis sejak Dini

Artikel
YPPI- Menulis bukan hal mudah, namun bukan juga hal sulit. Selama ada kemauan, siapa pun bisa menghasilkan karya tulis. Itulah yang menjadi misi Klub Literasi Anak Surabaya. NOVVAL Ilhami Akbar, 10, tampak serius menulis secarik kertas saat ditemui Jawa Pos. Sesaat kemudian, siswa kelas IV SDN Kertajaya tersebut menghentikan kegiatan menulis. Dia melihat sekeliling. Setelah itu, perhatiannya kembali tertuju pada selembar kertas tersebut. Tidak sampai 30 menit, kertas itu sudah penuh tulisan. Novval menulis cerpen berjudul Terjebak di Lift. Novval adalah peserta workshop menulis yang diadakan Klub Literasi Anak (KLA) Surabaya. Ada 23 pelajar Surabaya lain yang mengikutu workshop menulis di LG Royal Plaza itu. Selain Novval, Clara Angelina Pratama terlihat duduk lesehan di salah satu sudut Royal Plaza. Di depannya ada meja tulis kecil yang dipenuhi buku-buku cerita. Ada…
Read More

Taufik Andika Hidayat, Kolektor Kitab-Kitab Kuno. Tak Rela Alquran Ponorogo Dibeli Museum Belanda

Artikel
YPPI- ’’BARANG iki cocok gawe kowe le,’’ kata Taufik yang menirukan perkataan ayahnya. Saat itu Taufik masih mahasiswa. Dia diberi bungkusan kain putih. Isinya tiga kitab kuno bertulisan bahasa Arab. Yakni, Alquran, nahu, dan fikih. Dia tidak sempat bertanya dari mana Said Wiwik Hidayat, ayahnya, mendapatkan kitab tersebut. Sampai akhirnya ayahnya meninggal pada 1987. Ayah Taufik adalah wartawan perang dari Kantor Berita Antara. Dia juga dikenal sebagai sejarawan sekaligus pelukis. Banyak barang peninggalan yang diwariskan ke anak-anaknya. Taufik adalah anak sulung yang mengikuti jejak ayahnya sebagai pelukis dan tertarik pada sejarah. Itu pula yang membuat Taufik mencari informasi lebih dalam tentang tiga kitab itu. Rasa penasaran mempertemukannya dengan seorang ahli kitab kuno lulusan salah satu universitas di Belanda, Amiq Ahijad. ’’Karena dia baru lulus S-3 dari Belanda, saya beri dia kitab itu.…
Read More