Membangun Budaya Baca di Perusahaan

Artikel
YPPI- Setiap perusahaan baik yang nasional maupun multinasional, baik yang Swasta maupun yang BUMN pasti memiliki budaya perusahaan yang dijalankan untuk mendukung iklim kerja yang kompetitif pada perusahaan tersebut. Beberapa perusahaan memiliki slogan yang digunakan dalam membangun budaya perusahaan salah satu contoh seperti telkomsel yang memiliki slogan GREAT Values yang terdiri dari InteGrity, Respect, Enthusiasm, LoyAlty dan Totality, dimana 5 budaya yang ada pada slogan tersebut harus diterapkan oleh setiap pegawai telkomsel. Salah satu contoh lain ada pada perusahaan Bank Mandiri yang memiliki budaya perusahaan dan dituangkan ke dalam kata TIPCE ( Trust, Integrity, Profesionalisme, Customer Focus dan Exellence ). Budaya-budaya yang ada pada perusahaan tersebut mendukung setiap pegawai untuk disiplin dan kompetitif dalam menjaga persaingan global yang terus berkembang. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan apakah budaya perusahaan yang di terapkan telah…
Read More

Kita Butuh UU Buku, Bukan Perpus DPR

Artikel
YPPI- Kita selalu memberikan apresiasi kepada semua kalangan untuk memajukan dunia literasi di Indonesia. Termasuk anggota parlemen dengan impian spektakuler : membangun perpustakaan DPR termegah se-Asia Tenggara. Saya selalu memuji website dpr.go.id, terutama saat mereka mengunggah edisi daring (dalam jaringan) seluruh produk staatsblad sejak sejak Indonesia merdeka (1945) hingga kini. Itu pekerjaan luar biasa maju. Rupanya, membangun dokumen raksasa via daring tak cukup bagi legislator pengesah anggaran apa pun dari eksekutif itu.Jika angan-angan punya gedung sendiri sejak satu decade silam selalu mentok karena ditolak rakyat banyak, kini DPR meniti jalan memutar dan terkesan mulia : bangun perpustakaan termegah. Sudah tersedia site plan? Itu tak terlkalu penting. Namun, angan-angan memiliki infrastruktur bangunan baru saya catat sebagai impian laten DPR. Dengan mengendarai buku dan bangunan sucinya, mereka berharap masyarakat berbondong-bondong memberikan dukungan.Hasil…
Read More

Seminar Nasional: Revolusi Mental dengan Membaca

Artikel
REVOLUSI MENTAL DENGAN MEMBACA Membaca ditinjau dari level ada 4 tingkatan. Tingkatan paling dasar atau pertama adalah "Membaca Tingkat Dasar" yaitu membaca asal saja dan membaca pesan singkat. Sayangnya, warga Negara Indonesia banyak mengisi tingkatan ini yaitu 70% dr total penduduk. Padahal tingkatan ini paling dasar sekali. Tingkatan kedua adalah Inspeksionalisia yaitu membaca dengan individu yang meluangkan waktu khusus. Contohnya membaca buku fiksi, email terkait pekerjaan, koran, buku masak dll yang bertujuan mengetahui dan memberikan informasi secara jelas dan terstruktur. Sedangkan tingkat ketiga adalah Analitis yaitu membaca secara keseluruhan seperti membaca buku pelajaran. Lalu tingkat teratas adalah Sintopikal yaitu membaca keaeluruhan dengan mencari referensi. Seperti jurnal ilmiah. Lantas apa itu hubungan dengan Revolusi Mental? Revolusi mental adalah gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan…
Read More

Bekali Guru Kemampuan Menulis

Artikel
YPPI- SIDOARJO- Sebanyak 200 guru bahasa Indonesia jenjang SD mengikuti pelatihan menulis di Aula SMPN 4 Sidoarjo kemarin (29/3). Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan Lomba Pengembangan Mutu Literasi Pendidik (LPMLP). Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo Sri Sutarsih menyatakan, pelatihan literasi untuk para guru SD tersebut menjadi bagian dari kegiatan gemar membaca dan menulis. Selanjutnya, para peserta dituntut membuat karya tulis untuk dilombakan. “Semua yang diundang dalam pelatihan wajib ikut lomba menulis,” katanya.Dalam pelatihan tersebu, para peserta mendapatkan pembekalan dari dosen pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Bambang Yulianto dan asisten redakur Jawa Pos Naufal Widi Asmoro. Bukan hanya cara menulis yang benar dan menyusun karya tulis, peserta juga mendapatkan materi pengenalan jurnalistik. Sri menuturkan, anak-anak SD perlu mendapatkan sentuhan pendidikan literasiLomba untuk Semua GuruKarena itu, dispendik ingin memberikan…
Read More

Lebih Baik Bangun Seribu Perpustakaan

Artikel
YPPI- JAKARTA- Rencana pendirian perpustakaan DPR dituding sebagai proyek “abal-abal”. Anggaran pembangunan Rp 570 miliar yang disebut berkali-kali oleh pimpinan DPR ternyata tidak terdapat di APBN 2016. “Yang ada hanya pembangunan gedung DPR sebesar Rp 700 miliar.Sayangnya, angka itu diduga diubah-ubah sesuka hati oleh DPR untuk proyek yang juga berubah namanya,” kata Direktur Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yeni Sucipto di Jakarta kemarin (29/3).Menurut Yeni , itulah salah satu alasan yang membuat proyek perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara tersebut harus dibatalkan. Apalagi, alokasi anggarannya terlalu besar tanpa penjelasan yang transparan. “Pembangunan perpustakaan mewah ini inkonsisten karena tidak sesuai dengan rencana awal (Proyek gedung baru, Red). Makanya harus dibatalkan,” tegasnya.Selain itu, DPR sudah memiliki perpustakaan. “Pembangunan perpustakaan bukan prioritas karena sudah memiliki perpustakaan. Itu pun jarang dipakai,” cetusnya. Bila pembangunan…
Read More

Hanura: Bangun Perpustakaan Rp 570 M Hanya Bikin DPR Diprotes Rakyat

Artikel
YPPI- Jakarta - Fraksi Hanura menilai rencana pembangunan gedung perpustakaan Rp 570 miliar belum mendesak dan tak menjadi keharusan. Rencana proyek pembangunan ini justru membuat DPR menuai kritikan."Ini hanya akan menjadi protes, kritikan karena apa yang dilakukan DPR menuai sorotan rakyat. Ya karena kinerja enggak bagus," ujar Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana saat dihubungi, Senin (28/3/2016) malam.Menurut Dadang, lebih baik DPR fokus dalam menjalankan kinerja legislasi dibanding mempublikasikan rencana membangun gedung perpustakaan. Apalagi, rencana ini belum disosialisasikan secara maksimal oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR kepada setiap fraksi."Sosialisasi belum kena. Tapi pandangan Hanura alangkah baiknya DPR genjot kinerja legislasi dulu. Kalau sudah bagus, legislasi meningkat baru kita minta tambah fasilitas," tuturnya.Dadang menambahkan, persoalan keuangan negara yang masih defisit juga harus menjadi catatan. Memang diakuinya, secara fasilitas DPR memerlukan gedung…
Read More