Rekor Muri 80 Siswa Baca Serentak

Artikel
YPPI- SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo akan menorehkan sejarah dalam bidang literasi pada Jumat (29/1). Sebanyak 80 ribu pelajar di Kota Delta bakal melangsungkan gerakan membaca serentak. Lantaran gerakan itu diikuti ribuan orang, Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) bakal mencatatnya sSebagai rekor membaca serentak terbanyak di Indonesia. Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo pun telah melakukan berbagai persiapan. Kemarin (26/1) dispendik menyosialisasikan aksi positif itu ke para Kasek jenjang pendidikan menengah di SMPN 1 Sidoarjo. Yakni, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta. ’’Kami meminta seluruh pelajar di sekolah masing-masing untuk membaca bersama,’’ kata Tirto Adi, kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dispendik Sidoarjo. Ada 169 kepala SMP, 66 SMA, 78 SMK, 1 MAN, 35 MA swasta, 4 MTsN, dan 58 MTs swasta yang terlibat dalam gerakan membaca serentak nanti. Selain dilaksanakan di setiap…
Read More

Membiasakan Siswa Budaya Literasi

Artikel
YPPI- SIDOARJO- Banyak cara untuk menumbuhkan ninat baca siswa. Salah satunya dengan kegiatan Newspaper in Education (NIE). Misalnya, yang dilakukan siswa MTsN Tlasih Sidoarjo Kamis lalu (21/1). Sebanyak 778 siswa secara serempak mengikuti program NIE. Dalam kegiatan itu, siswa tidak hanya disuguhi konten berita terbaru, tetapi juga diajak untuk belajar menulis. Meski sedikit sulit, para siswa berupaya menunjukkan kemampuannya. Waktu yang diberikan sekitar 30 menit. “Di rumah saya sudah terbiasa membaca koran karena ayah berlangganan. Tapi, kalau menulis agak sulit,” ungkap Sherlin Marta Nur Amilia, siswa kelas VIII MTsN Tlasih. Minat baca pelajar di Kota Delta memang tergolong rendah. Itulah yang mengakibatkan siswa mengalami kesulitan untuk membuat tulisan. Nah, kegiatan NIE membantu siswa terbiasa dengan budaya literasi. “Asyik juga sih. Apalagi, membaca dan menulisnya bareng sama teman-teman. Saya jadi semangat…
Read More

Program Literasi untuk Guru dan Siswa Se-Sidoarjo

Artikel
YPPI- Tidak ada kata terlambat untuk mengembalikan semangat literasi di Kota Delta. Tiga program khusus disiapkan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis. KEGIATAN literasi sejatinya sudah diterapkan di setiap sekolah di Sidoarjo. Hanya, kegiatan tersebut belum berjalan secara optimal dan menjadi budaya. Aktivitas membaca dan menulis masih dianggap kurang menarik bagi siswa maupun guru. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo Mustain Baladan mengatakan, perlu ada penguatan minat membaca dan menulis di lingkup sekolah. Baik bagi pendidik maupun siswa. Salah satunya melalui program pencitraan dan publikasi untuk mendorong peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. “Program tersebut difokuskan pada kegiatan literasi,” katanya. Ada tiga kegiatan yang siap dilaksanakan tahun ini. Di antaranya, pengembangan mutu literasi yang diperuntukkan pendidik atau guru, mulai TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK Jurnalistik peserta didik (LJPD) untuk siswa SD…
Read More

Galakkan Baca 15 Menit

Artikel
YPPI- JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menebarkan semangat program membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Pada 2016, lembaga yang menangani pendidikan itu melakukan perluasan sosialisasi untuk menumbuhkan literasi bagi anak didik di sekolah. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Wowon Hidayat menyebut program itu ditangani dengan serius. ”Minat baca berkurang, bisa miskin,” imbuhnya. Tanpa membaca, masyarakat akan tertinggal dan tidak mengenal dunia.”Sebanyak 514 sekolah unggulan atau rujukan akan kami sinergikan untuk itu (sosialisasi program, Red),” jelas Wowon di Jakarta kemarin (23/1). Pada 2015, program tersebut baru mencapai 256 sekolahAngka tersebut merupakan jumlah sekolah yang berada di wilayah kabupaten/kota di seluruh Indonesia. SD yang mengaplikasikan program itu harus berfokus pada penciptaan sudut baca di sekolah, manajemen perpustakaan, pelatihan para guru, dan pemberdayaan perpustakaan.…
Read More

Penulis Cilik Rilis Novel Petualangan

Artikel
YPPI- SURABAYA – Dunia sastra di metropolis kembali diramaikan kehadiran penulis cilik berbakat. Kemarin (24/1) Lunetta Alea Purwito, 8; Mayrin Aunsy Nariswati, 10; dan Haidar Abdilla, 10, meluncurkan buku antologi cerpen bertajuk Adventure Time. Lunetta menemukan ide menulis dari kecintaannya pada lumbalumba. Dengan kecintaan itu, Lunetta mengisahkan kehidupan bawah laut ala film animasi Finding Nemo dengan pemeran utama mamalia cerdas tersebut. ’’Seru sih kayak bikin dunia sendiri gitu,’’ kata Lunetta saat peluncuran buku di Perpustakaan Bank Indonesia. Mayrin memilih untuk menulis kisah berlatar belakang penyihir yang seram lantaran suka membaca buku serta menonton film genre fantasi dan horor. Haidar yang menyukai bermain game rancang bangun Minecraft lantas menulis kisah tentang manusia yang masuk ke dunia fantasi. Tiga penulis cilik itu menulis buku setebal 168 halaman tersebut selama tiga bulan. Mereka…
Read More

Perpustakaan Jadi Daya Tarik

Artikel
YPPI- Gresik- SMA Nahdlatul Ulama I (Smanusa) Gresik kedatangan tamu dari Negeri Gingseng kemarin (2/1). ada 20 lembaga setingkat SMA dari Korea Selatan (Korsel) yang datang dengan konsep studi banding ke sekolah di Jalan Raden Santri itu. Smanusa masuk dalam jaringan sekolah-sekolah di ASEAN dan Asia yang meliputi Jepang, Korea, Tiongkok dan Taiwan. “Kami memang tergabung dalam jaringan. Oktober lalu ada kegiatan di Thailand, sharing tentang pendidikan,” ujar Kepala Smanusa Moh. Nasihuddin. Nasihuddin mengatakan, jujukan utama para petinggi dari 20 lembaga asal Korea itu adalah perpustakaan Smanusa yang berhasil menjuarai lomba perpustakaan tingkat nasional Oktober lalu. (Sumber dari Jawa Pos, 22/1/2016, Hal 59)
Read More