Membayangkan Satu Desa Satu Perpustakaan

Artikel
YPPI- Saya pikir mestinya pemerintah risau kenapa sampai sekarang rata-rata warga Negara ini tidak suka membaca buku. Sekolah juga mestinya risau kenapa murid-murid lebih suka tawuran atau keluyuran di mal ketimbang membaca buku.” Pada suatu pagi, tiba-tiba saya ingin menulis menulis cerita yang memuat adegan tentang kemarahan orang banyak. Saya pernah melihat seorang pencuri pakaian dipukuli oleh sejumlah orang –itu kejadian lebih dari dua puluh tahun lalu. Ingatan tentang peristiwa tersebut sudah mulai samar-samar dan yang tertinggal di kepala saya hanya gambar tentang seorang teman yang sangat bergairah untuk ikut menendang dan memukul pencuri itu. Saya liat ia seperti melampiaskan kekesalannya, mungkin karena skripsinya tidak kunjung selesai, kepada pencuri yang tertangkap. Bertahun-tahun setelah itu, kesadisan bentuk hukuman yang tertangkap tidak berkurang. Kita pernah mendengar atau membaca berita tentang pencuri yang…
Read More

Hari Kunjung Perpustakaan 13 September 2015 Di Perpustakaan BI Mayangakara Surabaya

Berita
Minat masyarakat untuk berkunjung ke Perpustakaan mulai menurun, meski minat baca mengalami perbaikan. Tidak singkronnya dua hal yang semestinya berjalan pararel itu akibat menjamurnya dunia digital. Kebanyakan masyarakat lebih gemar membaca di media sosial dan situs internet ketimbang buku di Perpustakaan. Hal itu disampaikan Pustakawan Yayasan Pengembangan Perpusatakaan Indonesia (YPPI), Dicki Agus Nugroho di sela Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya, Minggu (13/9/2015). YPPI menerapkan strategi jemput bola untuk menggaet masyarakat agar berkunjung ke Perpustakaan dengan menggelar pelbagai kegiatan yang berhubungan dengan buku. Mulai lomba membangun menara buku, permainan domino buku, dan pagelaran dongeng diadakan untuk menampung pengunjung anak-anak. Sementara para dewasa bisa mengikuti bedah buku dan membaca massal buku. Terlihat di lokasi saat itu, sebagian besar penggunjung berasal dari kalangan siswa sekolah dasar. Mereka tampak antusias…
Read More

Improvisasi Perpustakaan Dan Pustakawan Di Hari Kunjung Perpustkaan

Artikel
14 September HARI KUNJUNG PERPUSTAKAAN Memahami makna hari kunjung perpustakaan tidak terlepas dari sejarah, kenapa Hari Kunjung Perpustakaan jatuh pada tanggal 14 September. 31 tahun yang lalu Perpustakaan Nasional berdiri di Jakarta dan pada hari tersebut sebagai momentum Hari Kunjung Perpustakaan. Ketika kita bertanya , apa saja yang (harus) dilakukan ketika kita mengunjungi perpustakaan ? tentunya ada banyak jawaban kalau kita banyak bertanya pada banyak orang, yang jelas bahwa pertanyaan harus diajukan pada siapa dengan kepentingan apa. Kalau pertanyaan tersebut di sampaikan kepada Pustakawan maka akan berbeda dengan ketika kita bertanya pada pemustaka atau yang lebih popular disebut sebagai Pengguna (pengunjung) perpustakaan. Bagaimana jika pertanyaan tersebut diajukan kepada masyarakat kelas marjinal yang hanya paham, perpustakaan adalah tempat atau ruang yang berisi banyak buku. Apakah Pemerintah bias mengakomodir semua kebutuhan pengguna…
Read More