Peringatan WBD 2011 yanf dilaksanakan YPPI dihadiri oleh ratusan pengunjung secara bergelombang. Hal ini karena peringatan Acara WBD dilakukan dengan cara terpisah dengan waktu yang berbeda (walaupun berlokasi di tempat yang sama).

Acara ini di pusatkan di Gedung Mayangkara X Mpu Tantular Surabaya.
Acara di mulai sejak pukul 09.11 W.I.B dan dihadiri oleh perwakilan pihak Bank Indonesia sebagai sponsor utama dalam acara ini beserta perwakilan dari sponsor yang lain seperti Coca-cola yang turut menghadirkan perpustakaan keliling yang mengangkat Isu Go Green. Selain mereka juga banyak pihak yang sangat membantu terselenggaranya acara WBD 2011 ini. Mereka diantaranya Citra Media, Komunitas Mata Hati, Rumah Zakat, Perbanas, SIER, D’Buku Bibliopolis dan Telkomsel serta banyak pihak yang lain.
Perwakilan dari perpustakaan Kota Surabaya juga hadir dalam acara ini dan menyampaikan banyak keberhasilan perpustakaan kota Surabaya dalam mengembangkan perpustakaan khususnya TBM di wilayah kota Surabaya.  Pihak Perpustakaan kota Surabaya juga membawa puluhan relawan TBM yang tersebar di wilayah Surabaya.
Dalam kesempatan ini . Trini Haryanti juga menyampaikan sambutan yang dituangkan dalam bentuk Press Release WBD 2011. Trini Haryanti berharap kegiatan ini terus diaplikasikan dalam kehidupan keseharaian manusia dengan meningkatnya kesadaran membaca dan berujung pada peningkatan kecerdasan masyarakat sehingga bangsa Indonesia akan segera bangkit dari keterpurukan.

Perpustakaan, Hibah Buku, E-Library, YPPI, Pustakawan, Sertifikasi Pustakawan, Lomba Perpustakaan, Bantuan Perpustakan Desa

Setelah sambutan dari direktur YPPI dilanjutkan dengan acara peresmian peringatan World Book Day 2011 secara simbolis dengan peemcahan “Gentong” yang berisi buku dan kemudian disebarkan ke beberapa perwakilan dari peserta. Hal ini dilakukan sesuai dengan Tema World Book Day 2011 “Ambil Buku, Sebarkan” !. Selama acara ini berlangsung disediakan ratusan buku-buku yang disediakan untuk peserta dan semua peserta berhak untuk mengambil buku tersebut secara GRATIS.
Acara kemudian dilanjutkan dengan acara Talkshow yang menghadirkan pembicara dari perwakilan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur, Perpustakaan Kota Surabaya, Perbanas dan salah satu perwakilan dari TBM dampingan YPPI yang sudah mewujudkan TBM mandiri dan berhasil mengembangkanya menjadi unit usaha.
Dalam Talkshow ini terjadi diksusi yang sangat menarik karena masing-masing pembicara saling sharing dan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka masing-masing dalam berbagai hal terkait pengembangan budaya baca dan khususnya dalam hal mengelola TBM. Bukan hanya saling sharing pengalaman tapi juga saling berbagi solusi terkait berbagai masalah yang muncul selama mengelola TBM. Bahkan Ibu Irul dalam kesempatan ini juga menyampaikan harapanya untuk mencoba menitipkan produk-produk usaha TBM di seluruh TBM dampingan Perpustakaan kota Surabaya.
Di ruang yang berbeda secara bersamaan juga diselenggarakan lomba Speed Reading yang diikuti oleh puluhan Siswa yang di kordinir oleh Pak Cahyo dari Rumah Zakat. Dalam acara ini hadir sebagai dewan Juri adalah Pak Heri, Bu Arien dan Ibu Muti.
Pada acara sesi terakhir dilakukan acara bedah buku yang berjudul Existrere dan dihadiri langsung oleh penulisnya Sinta Yudisia ( Penulis ), Vincent ( Akademisi dan pencinta buku dari Universitas Widya Mandala), Asia Sugianti ( Aktivis HIV/AIDS). Dalam acara ini juga sangat menarik dan dipandu oleh Echa sebagai moderator. Diskusi ini semakin menarik ketika banyak respon dari para pengunjung yang aktiv bertanya terkait bku yang mengangkat tentang isu-isu PSK, HIV Aids, dan berbagai pesan moral sosial yang terkait dengan isu tersebut.
Acara peringatan WBD berakhir sekitar pukul 15.00 W.I.B. YPPI sangat mengucapkan banyak terima kasih atas semua pihak yang terlibat dalam acara ini. YPPI juga mengucapkan banyak mohon maaf untuk semua pihak atas pelayanan dan fasilitas YPPI yang mungkin masih sangat terbatas. Semoga dalam keterbatasan ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua dalam dunia literasi Indonesia khususnya dalam kampanye budaya minat baca serta kemajuan perpustakaan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *