Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah.  Tantangan itulah yang ingin ditaklukkan para kawula muda yang tergabung dalam komunitas Goodreads Indonesia (GRI) Semarang. Apa saja yang sudah mereka lakukan?

Buku adalah jendela dunia. Kalimat itulah yang menumbuhkan spirit bagi anak –anak muda GRI Semarang untuk menyebarkan semangat rajin membaca. Itu juga sejalan dengan visi dan misi GRI yang ingin selalu berperan aktif dalam dunia perbukuan dan aktivitas membaca di Indonesia.   Koordinator GRI Semarang Cahyaningtyas Kushardina mengatakan, komunitas mereka berdiri pada akhir 2010. “Adanya GRI Semarang ini juga tak lepas dari Goodreads Indonesia sejak 2007. Jadi, ini seperti salah satu cabangnya,” ucap Cahyaningtyas.

Goodreads
Goodreads

Goodreads Indonesia sejatinya adalah sebuah situs jejaring social para pembaca di seluruh belahan dunia. Situs tersebut memungkinkan seseorang untuk melihat isi “rak” buku. Masyarakat luas dapat mengaksesnya melalui website Goodreads.com,  kemudian masuk ke grup Indonesia.

Namun, menurut perempuan yang akrab disapa Dina tersebut, yang membedakan dari aktivitas GRI Semarang adalah mereka tidak mau berhenti hanya pada tahap sebagai komunitas pembaca aktif yang diwujudkan dalam berbagai misi kegiatan di dunia maya maupun nyata.

Sebab menanamkan kesadaran tentang pentingnya membaca dan literasi itu merupakan salah satu factor majunya suatu bangsa. Itu karena dengan membaca, pikiran menjadi lebih terbuka,” ujar perempuan 22 tahun tersebut.

Dina mengungkapkan, dengan banyak membaca, masyarakat diharapkan bisa lebih kritis. Dengan demikian, mereka tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi fenomena tertentu. “Kan sekarang sering ada info yang belum jelas asal usulnya di internet yang sering menimbulkan gejolak,” ucap Dina.

Komunitas tersebut kini memiliki 30 anggota yang aktif di dunia nyata. Sementara itu, di dunia maya anggota mereka mencapai ratusan di akun Facebook. Puluhan anggota itulah yang kerap berkomunikasi dan aktif di sejumlah aktivitas yang dilakukan GRI Semarang.

Dina menjelaskan, GRI Semarang selama ini berjuang di “dua Dunia”. Yakni, dunia nyata dan dunia maya atau online. Untuk aktivitas online, komunitas tersebut kerap membuat kegiatan baca bareng bulanan buku fiksi, puisi dan nonfiksi, pendataan tempat hunting buku se-Indonesia, pendataan perpustakaaan di sekitar pembaca lewat kegiatan “Sobat Perpus”, serta pendataan buku-buku karya penulis Indonesia dan buku berbahasa Indinesia dalam pusat data Goodreads.

Sementara itu, di dunia nyata komunitas tersebut memilih aktivitas yang lebih melibatkan masyarakat. Misalnya, mengajak khalayak untuk ikut dalam tur perpustakaan dan jelajah buku. Selain itu, komunitas yang beranggota berbagai kalangan tersebut juga menyediakan rumah buku. Yakni, sebuah perpustakaan mini yang diletakkan di ruang public.

Dengan demikian, sewaktu-waktu masyarakat bisa meminjam dan membaca buku di perpustakaan tersebut. GRI Semarang juga aktif dalam kegiatan social. Contohnya, saat meletus Gunung Merapi pada 2010. Komunitas itu membacakan cerita dongeng buat anak-anak yang tertimpa musibah serta menyumbangkan sebagian koleksi bukunya. “Supaya trauma pada psikis anak hilang”. Jelasnya.

Goodreads Indonesia punya gong acara Indonesia Reader Festival (IRF). Acara itu rutin diadakan setiap Desember. Gelaran acara tersebut dijadikan ajang apresiasi bagi para penulis dan illustrator buku Indonesia.

Tentang GRI Semarang

Berdiri : Akhir 2010

Anggota aktif : 30 orang

Latar belakang anggota: pelajar, mahasiswa, dan pekerja.

Visi : Berperan aktif dalam dunia perbukuan dan aktivitas membaca

Misi : Menciptakan ruang dialog antara penulis, pembaca, penerbit dan masyarakat luas. Menanamkan kesadaran tentang pentingnya literasi atau membaca sebagai salah satu factor majunya suatu bangsa.

Kegiatan  Goodreads Indonesia Semarang

Online :

  1. Baca bareng bulanan buku fiksi, puisi, dan nonfiksi.
  2. Pendataan tempat hunting buku se-Indonesia
  3. Pendataan perpustakaan di sekitar pembaca lewat kegiatan “Sobat Perpus”
  4. Pendataan karya-karya novel terjemahan Sastra Pemenang Nobel.
  5. Diskusi dengan tema besar “Buku dan Membaca”
  6. Diskusi lainnya yang berhubungan dengan dunia literasi di dunia dan khususnya Indonesia.
  7. Pendataan buku-buku karya penulis Indonesia dan buku berbahasa Indonesia dalam pusat data Goodreads.

Nyata :

  1. Tour Perpustakaan

Kegiatan mengajak masyarakat luas untuk membaca dari perpustakaan satu ke perpustakaan lainnya. Kegiatan itu juga bertujuan menghidupkan perpustakaan yang mulai ditinggalkan peminatnya.

  1. Jelajah Buku

Kegiatan yang mengajak masyarakat luas untuk menjelajahi isi buku dengan yang ada di dunia nyata.

  1.  Rumah Buku

Sebuah perpustakaan mini yang ditempatkan di Gedung Kesenian Sobokarti, Semarang.

Masyarakat bisa meminjam dan membaca buku yang ada di rumah buku.

  1. Festival Pembaca Indonesia atau Indonesia Reader Festifal  (IRF)

Kegiatan nonprofit yang diadakan gabungan komunitas Goodreads di seluruh Indonesia. Kegiatan ini berupa rekreasi baca, pembaca akhirnya memiliki ruang public sendiri untuk mengapresiasikan kecintaan mereka terhadap buku.